Puisi Khalil Gibran

Aku Bicara Perihal Cinta

Pengarang: Kahlil Gibran


Apabila Cinta Memberi Isyarat Kepadamu, Ikutilah Dia,
Walau Jalannya Sukar Dan Curam.
Dan Pabila Sayapnya Memelukmu, Menyerahlah Kepadanya.
Walau Pedang Tersembunyi Di Antara Ujung-Ujung Sayapnya Bisa Melukaimu.

Dan Kalau Dia Bicara Padamu, Percayalah Padanya.
Walau Suaranya Bisa Membuyarkan Mimpi-Mimpimu Bagai Angin Utara Mengobrak-Abrik Taman.
Karena Sebagaimana Cinta Memahkotai Engkau, Demikian Pula Dia
Kan Menyalibmu.

Sebagaimana Dia Ada Untuk Pertumbuhanmu,
Demikian Pula Dia Ada Untuk Pemangkasanmu.
Sebagaimana Dia Mendaki Kepuncakmu,
Dan Membelai Mesra Ranting-Rantingmu Nan Paling Lembut Yang Bergetar Dalam Cahaya Matahari.

Biografi Pendakwah Terkenal, Dr. Zakir Naik

Dalam tulisan blog saya kali ini, akan dibahas biografi dari seorang pendakwah terkenal dengan logika nya yang sangat luar biasa, yaitu Dr. Zakir Naik. Siapa dia? Beliau merupakan salah satu pembicara muslim yang berasal dari India dan juga merupakan ahli perbandingan agama. Selain itu beliau juga merupakan seorang penulis yang banyak menulis buku mengenai islam dan perbandingan dengan agama lain. Nama lengkapnya adalah Zakir Abdul Karim Naik. Zakir Naik lahir pada tanggal 18 Oktober 1965 di Kota Mumbai, India. Ayahnya bernama abdul Karim naik. Zakir memulai pendidikannya dengan bersekolah di St. Peter's High School (ICSE) di kota kelahirannya yaitu Mumbai. Dari sana ia kemudian masuk di Kishinchand Chellaram College dan kemudian ke Topiwala National Medical College, di sekolah tersebut, ia banyak mempelajari mengenai ilmu kesehatan.

Say Goodbye To MakeUp Luntur



       Tentunya bagi wanita, terlihat cantik adalah impian. Salah satu  cara terlihat cantik pada wajah adalah dengan Touch Up menggunakan Makeup. Tetapi hal yang paling menjengkelkan bagi wanita adalah Makeup mereka cepat luntur sedangkan mereka punya kegiatan seharian! Tenang aja ladies, disini akan memberikan tips-tips menggunakan makeup awet tahan lama seharian. Check this out!

Sinopsis Film Mad Max: Fury Road





         Remake dari film yang dulu dibintangi oleh Mel Gibson ini sepertinya benar-benar melahirkan sesuatu yang baru dari film pertamanya. Mad Max: Fury Road kali ini menawarkan kegilaan yang jauh lebih menegangkan. Mengangkat cerita dan timeline yang berbeda, petualangan baru Max yang diperankan oleh Tom Hardy ini menjadi salah satu remake film yang paling ditunggu tahun ini.





Director: George Miller
Writers: George Miller, Brendan McCarthy
Stars: Tom Hardy, Charlize Theron, Nicholas Hoult
Taglines: What a lovely day.
Genres: Action | Adventure | Sci-Fi | Thriller
Language: English | Russian
Release Date: 15 May 2015 (USA)
Also Known As: Mad Max: Furia en el Camino

Aku, dan Pekerjaan Diatas Awan.





Saat aku kecil, mungkin kedua orangtua ku sudah memiliki keinginan untuk jadi apa aku saat dewasa nanti. Tidak jauh-jauh dari mereka menginginkan aku agar menjadi orang yang cerdas, beruntung, berguna bagi banyak orang, bisa memberi contoh dan pengaruh baik kepada setiap orang disekitarku, dan bisa melanjutkan kehidupanku dengan lebih baik dimasa mendatang. Demikian pula denganku, memiliki keinginan saat masa dimana aku mulai bersekolah tingkat taman kanak-kanak. Guru selalu menanyakan hal yang sudah biasa mereka tanyakan kepada anak muridnya yang masih berusia 4-5 tahun yaitu “apa cita-cita kalian?” dan saat itu aku tidak mengetahui apa itu cita-cita dan apa maksudnya.

Oh, ternyata cita-cita itu adalah keinginan kita mau menjadi apa saat kita besar nanti. Aku masih belum tau apa cita-cita ku saat itu. Seiring berjalannya waktu, banyak pelajaran yang aku dapat dan banyak pekerjaan-pekerjaan yang menarik diriku agar bisa memiliki pekerjaan tersebut. Dari situ aku mulai menyukai beberapa pekerjaan dan menetapkannya untuk menjadi cita-citaku dimasa depan tanpa mengetahui butuh kerja keras untuk mendapatkannya. Guruku hanya selalu bilang “kalau mau tercapai, harus rajin belajar ya biar pintar” dan aku pun meng-iya kan. Cita-cita ku banyak saat itu. Mulai dari aku ingin menjadi dokter, arsitek, bahkan astronot pun pernah aku impikan. Dan cita-cita tersebut terus menjadi jawaban atas setiap pertanyaan “Cita-cita kamu apa?” sampai aku meduduki pendidikan tingkat SMP.

Ketika aku menaiki tangga pendidikan yang semakin tinggi yaitu SMA, disaat aku memasuki masa remaja, pemikiran ku pun juga berubah-ubah tentang pandangan hidup, masih labil dengan bertanya-tanya sebenarnya mau jadi apa aku besar nanti. Cita-cita dimasa kecil ku pun tiba-tiba hilang dan kesemangatan ku menggapainya juga hilang. Akhirnya aku sadar cita-cita tersebut hanyalah sebatas keinginan biasa, bukan keinginan yang datang dari hati, dan aku harus memulai mencari cita-cita yang pantas dengan kemampuan dan keinginan dari hatiku sendiri. Tetapi aku tidak tau apa itu.

Saat ada yang memberi pertanyaan “nanti mau masuk Universitas mana?” atau “kuliah nanti mau ambil jurusan apa?” aku hanya bisa menjawab